cerita, renungan, rangkuman, dan catatan personal seorang pengembara ilmiah

Rabu, 07 Januari 2015

Kiat Sukses Belajar 2


Petunjuk dari Guru
Artinya arahan, bimbingan dan pengajaran dari seorang guru sangat dibutuhkan. Ini meliputi pengajaran materi, bimbingan cara belajar efektif dan mempraktekkan ilmu yang sudah dipelajari, dan petunjuk pemilihan jurusan atau rencana melanjutkan studi.

Dalam sebuah diskusi, penulis pernah mengatakan pada seorang teman, bahwa menurut Imam Al-Ghozaliy dalam Minhaajul ‘Abidin, kehadiran seorang guru dalam belajar bukanlah suatu keharusan, karena fungsi guru hanya memudahkan kita memperoleh ilmu. Dia lantas menjawab dengan mengutip kata-kata seorang gurunya, bahwa memang benar apa yang saya katakan. Tapi, kata dia, ilmu yang dipelajari di bawah bimbingan guru dengan yang tidak, memberikan efek yang berbeda terhadap kepribadian dan perubahan sikap. Di bawah bimbingan guru, ilmu yang kita pelajari menghasilkan perubahan positif yang lebih kuat. Tapi ini dalam konteks ilmu agama. Dalam konteks bidang lain, seperti sains dan ilmu sosial, mungkin tidak masalah jika kita belajar otodidak. Namun pasti ada perbedaan.


Durasi Belajar yang Lama
Ini erat kaitannya dengan kesabaran. Jika seseorang bersabar, durasi waktu yang lama tidak akan menjadi masalah. Durasi yang lama diperlukan karena sejatinya belajar adalah kewajiban seumur hidup. Tapi pemahaman seperti ini trivial. Durasi lama menyiratkan bahwa mempelajari sesuatu memang sewajarnya lama. Jika tidak demikian, kita bisa terjebak dalam kepicikan (sempitnya pemikiran, pemahaman). 

Baru belajar sebentar, lantas merasa sudah ahli dan menguasai, akhirnya malah berakibat sembarangan menyalahkan orang lain. Baru belajar sebentar dan merasa sudah puas akan mengantarkan diri pada kesombongan dan sembarangan menyalahkan orang lain, sehingga menciptakan keresahan di tengah masyarakat, bahkan merusak kerukunan dan perdamaian. Na’udzu biLlah.

Selain itu, baru belajar dan merasa sudah menguasai cenderung memunculkan keengganan belajar lebih lanjut, bahkan berhenti, sehingga ilmu yang didapat masih prematur alias masih terlalu sedikit.

WaLlahu a’lam.

Semoga bermanfaat bagi teman-teman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar